Pernik

KEJAHATAN KEBOHONGAN

WANTED

WANTED

Dalam artikel berikut kami tampilkan berbagai macam kejahatan kebohongan yang mungkin kita pernah mengalami, mengetahui, mendengar, melihat, membaca atau mencermatinya. Semoga dapat bermanfaat dan membuat kita makin waspada.

1. KUPON DOOR PRIZE dari sebuah Produk

Penipuan ini berbentuk KUPON DOOR PRIZE yang menyebutkan bahwa kita telah memenangkan sebuah hadiah (biasanya disebukan hadiahnya mobil). Penipu umumnya menyelipkan kupon-kupon tersebut ke dalam kemasan sebuah produk (sabun cuci, snack, dll). Para penjahat tersebut memasukkan kupon produk di supermarket, toko swalayan, dll, yang memungkinkan akses tiap orang ke produk-produk tersebut. Di toko tradisonal hal itu tidak mungkin terjadi karena penjual yang langsung melayani kebutuhan calon pembeli sehingga akses calon pembeli ke tiap produk harus melalui penjual.

Dalam kupon  disebutkan pemegang kupon berhak atas hadiah, mis: sebuah mobil. Lalu diminta menghubungi ke sebuah nomor telepon. Umumnya nomor telepon tersebut bukan nomor telepon fixed (nomor telkom) tetapi nomor telepon mobile. Alamat yang tertulis di kupon, termasuk logo perusahaan, dsb, nyaris bisa dipercaya, kalau tidak waspada. Orang akan mudah terkecoh melihat tampilan kupon yang meyakinkan.

Selanjutnya pemegang kupon yang terkecoh akan menghubungi nomor yang tertera di kupon. Komplotan penipu tersebut sudah siap menerima setiap penelpon dengan bahasa dan tutur kata yang meyakinkan. Pada akhirnya, dengan pertimbangan macam-macam, si pemegang kupon akan diminta mentransfer sejumlah uang dengan alasan untuk biaya administrasi, pajak, biaya STNK, biaya lainnya. Tetapiiii… selalu di awal pembicaraan via telepon tersebut komplotan penjahat akan mengatakan:”gratis tidak ada biaya sepeserpun, dll…dll…dst“. Itu merupakan trik licik untuk membuat calon korban terpedaya. Jadi, waspadalah !!

2.  SMS Berhadiah

Penipuan ini modusnya berupa SMS ke pengguna HP. Modus ini sudah sangat sering terjadi, bahkan beberapa pelakunya sudah tertangkap. Cuma..ya namanya penjahat, muncul terus pemain-pemain baru. Umumnya orang sudah banyak yang mengetahui modus ini.

Pelaku mengirim SMS secara acak, seperti menebar jala/perangkap. Orang yang merespon dan percaya maka penipuan akan berlanjut dan korban menyesal belakangan. Biasanya SMS berisi pemberitahuan bahwa si pnerima SMS mendapat hadiah (lagi-lagi umumnya hadiah mobil). Calon korban diminta mengirim sejumlah uang atau mengirim beberapa voucher pulsa. Uang atau pulsa terkirim, hadiah tak kunjung datang. Sederhana..tapi ada saja korbannya.

3.  SURAT PEMBERITAHUAN BERHADIAH

Penipuan ini prinsipnya sama dengan jenis KUPON dan SMS berhadiah, hanya saja bentuknya berupa SURAT PEMBERITAHUAN kepada si penerima bahwa yang tercantum namanya dalam surat tersebut mendapat hadiah (mobil lagi…mobil lagi. Mungkin mobil merupakan iming-iming yang mudah membuat orang ngiler ‘kali ya..?).

Surat Pemberitahuan tersebut nampak meyakinkan. Logo perusahaan dan alamat kantor, nomor telepon, tertera dengan jelas. Cuma…..yang jelas, kenyataannya, itu hanya sekedar penampilan sebuah surat yang memang sudah dirancang seperti surat-surat resmi layaknya sebuah perusahaan yang bonafid. Nama gedung dan alamat kantor pasti tidak sesuai. Nomor telepon bukan nomor telepon fixed tetapi telepon mobile atau HP. Kalaupun telepon fixed (nomor telpon rumah yg dari Telkom), bisa dipastikan komplotan penipu mengontrak sebuah rumah yang ada nomor teleponnya. Dengan bermodal telepon tersebut itulah mereka menebar aksi.

Umumnya yang menjadi sasaran adalah orang-orang yang tingal di lain kota. Misalnya: orang Surabaya mendapat surat berhadiah yang perusahaan pemberi hadiahnya berkantor di Jakarta. Jadi, calon korban lebih besar kemungkinan melakukan komunikasi via telepon. Jarang sekali orang akan melakukan cross check ke alamat langsung yang tertera di surat. Sehingga calon korban akan mudah terpedaya. Ujung-ujungnya calon korban diminta transfer sejumlah uang untuk biaya administrasi, pajak kendaraan, dll.

Bagaimana komplotan penipu tersebut mendapatkan informasi yang lengkap nama dan alamat calon korban? Caranya banyak sekali. Bisa lewat kartu nama, buku telepon, data pengirim kupon berhadiah yang tidak dimusnahkan, dan banyak lagi karena sekarang ini kita tahu dunia semakin terbuka. Setiap orang makin mudah untuk mengetahui identitas orang lain kalau hanya sekedar nama, alamat rumah, alamat kantor, dll.

4.  EXECUTIVE MEMBERSHIP

Penipuan ini modusnya berupa penawaran keanggotaan sebuah Biro Wisata/Agen Wisata selama 1(satu) tahun. Memang ini bisa dikatakan Kejahatan Tersembunyi karena kerugian konsumen tidak dirasakan secara langsung saat itu juga.

Pada awal mulanya, Biro Wisata melalui telepon menawarkan keanggotaan “EXECUTIVE MEMBERSHIP”, yang berlaku 1(satu) tahun dan dapat diperpanjang. Pemegang Kartu Keanggotaan akan mendapat benefit berupa Voucher menginap gratis di berbagai hotel bintang 3 dan 4 serta voucher tiket pesawat one way ke semua jurusan. Alamat kantor penerbit program ini memang jelas, bahkan mempunyai situs/website untuk mendukung pemasaran produknya. (…bersambung…under construction…)

Tinggalkan Balasan