Visi

Kampung Cyber

Kampung tempat tinggal kita namanya Kampung Crewed. Kok rasanya tidak keren ya. Mungkin aja orang-orang yang tinggal dulu pada crewet sehinggga namanya menjadi Kampung Crewed. Atau….orang-orang tempo doeloe memprediksi bahwa nantinya daerah ini lebih banyak dihuni orang-orang yang crewet, bawel, suka ngrumpi, dll, dsb.

“Ya sudah, kalo takdirnya memang namanya Kampung Crewed, ya terima saja. Tidak keren sih, tapi itulah adanya”; kata orang bijak. Hanya saja, apa dong yang bisa bikin kita keren ???? Kalo memang kebanyakan kita sukanya crewet, ngrumpi, banyak omong ??? Kalo kata iklan sebuah rokok, mestinya kita:” Talk less, do more“. “sedikit bicara, banyak kerja” kira-kira begitu artinya. (yang itu tuh….teriak-teriak seorang penyanyi….are you ready to rock…..are you ready to rock….tapi kagak nyanyi-nyanyi juga, ngomongnya doang, gayanya doang. )

Kalo di tempat lain, kota lain atau kampung lain, sudah begitu banyak masyarakatnya memanfaatkan teknologi informasi. Dunia sudah semakin terbuka, informasi semakin cepat lewat media internet.  “Kenapa sih mesti pake internet segala?”, kata sebagian orang. “kan susah tuh, ribet”.

Memang benar pasti susah, ribet, pusing, dsb. Buka internet atau browsing memang susah di awalnya, setelahnya? pasti gampang….. Tapi buat orang-orang tua, pada umumnya, sering kali mereka sulit sekali menyerap atau mengadopsi atau beradaptasi dengan kemajuan teknologi, seperti teknologi informasi. Sementara bagi anak-anak atau orang muda, teknologi ini mudah sekali mereka kenal. Istilahnya , anak-anak atau orang muda lebih sering tidak Gaptek, tidak gagap teknologi. Kenapa ya ??

Tapi yang jelas, manfaat teknologi informasi ini sangat banyak. Satu contoh saja, lihat  sekarang, bisa dihitung dengan jari orang di sekeliling kita yang masih kirim berita surat lewat pos. Sekarang orang lebih sering atau suka menggunakan email atau sms. Orang mengucapkan selamat berlebaran juga lebih sering dengan sms atau email. Hampir sulit dijumpai orang kirim kartu lebaran atau natal. Artinya, teknologi telah menggeser pola perilaku. Yang tidak ikutan ? Ya ketinggalan..Kata orang:” ke laut aje…”. Kita mau selalu ketinggalan dalam peradaban? Pilihan terserah pada diri masing-masing.

Kembali ke kampung kita, Kampung Crewed. Maukah kita merubah image arti crewed menjadi lebih keren. Misalnya, menjadi kampung Crewed, yang selalu crewet dengan keinginan untuk lebih maju lagi melek internet, melek teknologi informasi. Tidak perlu revolusi, berubah tiba-tiba, cukup santai-santai saja tapi pasti. Cukup slow but sure aja deh….menuju Kampung Cyber. Caranya? Mari belajar bikin Wireless LAN, Hotspot, dll.

Satu Tanggapan

  1. Tidak cukup dengan slow but sure, namun harus berani
    berubah kalau perlu ” Radical change” dengan mengadopsi
    filosofi mbah surip “tak gendong” artinya mari kita berbaur saling membantu, bergotong royong, berbagi ilmu, siapa tahu bisa membuat cinderamata buat anak cucu kita .
    Perlu diingat yang abadi di dunia ini adalah perubahan
    (dr detik ke menit, menit ke jam, jam ke hari dst……………..)
    kapan lagi kita mulai kalau tidak sekarang ?

Tinggalkan Balasan